Kehilangan Huruf Keyboard

Kita semua pasti sudah tahu yang namanya keyboard. Ya, alat untuk memasukkan huruf atau karakter pada komputer. Dalam dunia komputer terdapat banyak jenis keyboard. Yang biasa kita gunakan adalah jenis QWERTY.

Ketika kita menulis dengan menggunakan huruf Arab / hijaiyah susunan huruf pada keyboard akan berubah menjadi huruf hijaiyah secara otomatis dengan posisi huruf tertentu. Dengan menggunakan Sistem Operasi Windows 7 bahasa Arab akan langsung tersedia secara default tinggal mengaktifkannya saja. Dalam pemilihan bahasa terdapat dua opsi keyboard untuk layoutnya, yaitu 101 key dan 102 key.

Untuk keyboard yang memiliki 101 key dalam keyboard berbahasa Arab huruf ‘dzal’ terletak di atas tombol ‘tab’ di samping tombol angka ’1′. Bagaimana kalau Anda menekan tombol tersebut dan ternyata huruf ‘dzal’ tidak keluar? Berarti jenis layout keyboard Anda bukan jenis ’101 key’. Bagaimana cara mengetahuinya dan bagaimana cara mengubahnya? Lanjut membaca

Ditulis pada Komputer, Troubleshouting | Tinggalkan Komentar

Hikmah Ibnu Athaillah # 27

اَلصَّلاَةُ مَحَلُّ الْمُناَجاَةِ وَمَعْدَنُ الْمُصاَفاَةِ ، تَتَّسِعُ فِيْهاَ مَياَدِيْنُ اْلأَسْراَرِ وَتُشْرِقُ فِيْهاَ شَواَرِقُ اْلأَنْواَرِ . عَلِمَ وُجُوْدَ الضَّعْفِ مِنْكَ فَقَلَّلَ أَعْداَدَهاَ ، وَعَلِمَ احْتِياَجَكَ إِلَى فَضْلِهِ فَكَثَّرَ أَمْداَدَهاَ .

“Shalat adalah tempat munajat dan wahana pembersihan kalbu. Di dalamnya medan rahasia demikian luas dan kilau cahaya bersinar. Dia mengetahui kelemahan dirimu sehingga menyedikitkan bilangannya. Dia juga mengetahui kebutuhanmu terhadap karunia-Nya sehingga melipatgandakan pahalanya.”

Luaskanlah ruang hatimu saat shalat agar engkau makin bisa intim dengan-Nya dalam munajat. Sebab, masih banyak yang tidak menyadari keajaiban shalat. Sebagaimana engkau memiliki janji, layakkah bila engkau tidak siapkan waktu dan tempat yang nyaman untuk bertemu dan bicara? Begitulah, kepasrahan hatimu dalam shalat menghadirkan keakraban yang membuatmu merasakan berbagai keagungan-Nya. Engkau akan selalu mendapatkan kesadaran baru setiap kali engkau selesai shalat. Kejernihan hatimu membuatmu mampu menangkap pesan-pesan tersembunyi dari kehidupan fisik ini. Sungguh kemurahan-Nya begitu mengagumkan! Dia memberimu saat, membaginya, lalu menyerahkan kepadamu tempat dan di mana engkau sempat. Shalatlah dalam hening agar hatimu semakin bening! Lanjut membaca

Ditulis pada Islamic, Renungan, Self Help, Tasawuf | 2 Komentar

Hikmah Ibnu Athaillah # 26

كَيْفَ تُخْتَرَقُ لَكَ الْعَواَئِدُ وَأَنْتَ لَمْ تَخْرِقْ مِنْ نَفْسِكَ الْعَوَائِدَ

“Bagaimana mungkin engkau mendapat hal luar biasa, sementara engkau belum mengubah kebiasaan burukmu?!”

 

Lihatlah dirimu, betapa asyiknya engkau dengan dunia fantasimu. Engkau masih senang bermain-main. Engkau masih suka dengan yang serba aneh dan menakjubkan. Engkau berusaha keras memperolehnya sebagai kekuatan dirimu sendiri. Padahal, jika engkau hanya mengharapkan perolehan dari perjalanan menempuh-Nya, orang bodoh pun bisa mendapatkannya tanpa melalui-Nya. Ini penyimpangan perilaku spritual; ini harus diluruskan. Sebab, penyingkapan hadir sebagai anugerah-Nya, bukan perolehan yang bisa didapatkan secara pasti dengan caramu sendiri. Pengalaman dan perolehan kekuatan spiritual dalam perjalanan menempuh-Nya hanyalah godaan. Jadi, jangan berhenti, lanjutkanlah sampai engkau benar-benar mengerti!

Lanjut membaca

Ditulis pada Islamic, Renungan, Self Help, Tasawuf | 1 Komentar

Hikmah Ibnu Athaillah # 25

الْعَطَاءُ مِنَ الْخَلْقِ حِرْماَنٌ وَالْمَنْعُ مِنَ اللهِ الإِحْساَنٌ

“Pemberian dari makhluk adalah keterhalangan, sementara penangguhan pemberian dari Allah merupakan karunia.”

 

Tinggalkanlah kebiasaanmu bergantung kepada makhluk, sebab akan membuatmu suntuk dan takluk. Sadarilah, pemberian mereka kepadamu adalah candu. Ada sakit dan kecewa di dalamnya, tetapi engkau tetap saja ketagihan. Engkau tidak bisa berpaling karena engkau telah dibuatnya “tidak eling”. Tetapi, bersamaan dengan itu engkau tersiksa oleh pengharapan yang tiada habisnya. Segeralah berhenti darinya agar engkau tidak teraniaya. Berlarilah kepada-Nya, raihlah pertolongan-Nya. Menghinakan diri kepada-Nya akan membuatmu berlimpah kemuliaan-Nya. Lanjut membaca

Ditulis pada Islamic, Renungan, Self Help, Tasawuf | Tinggalkan Komentar

Hikmah Ibnu Athaillah # 24

مَتَى أَعْطاَكَ أَشْهَدَكَ بِرَّهُ ، وَمَتَى مَنَعَكَ أَشْهَدَكَ قَهْرَهُ ، فَهُوَ فِيْ كُلٍّ مُتَعَرِّفٌ إِلَيْكَ وَمُقْبِلٌ بِوُجُوْدِ لُطْفِهِ عَلَيْكَ

“Ketika Dia memberimu, Dia persaksikan kebaikan-Nya. Ketika Dia tidak memberimu, Dia memperlihatkan keperkasaan-Nya. Pada semua itu Dia memperkenalkan diri kepadamu dan mendatangimu lewat kelembutan-Nya.”

Rasakanlah sentuhan kelembutan-Nya kepadamu. Bagaikan sifat angin, kadang datang dengan tiupan sepoi-sepoi yang menyejukkan. Namun, di lain waktu, ia sekonyong-konyong menjadi topan yang meluluhlantakkan. Dalam dua kehadiran itu, yang kita temukan tetaplah angin. Begitulah Allah dalam cara-Nya menyapamu, membukakan tabir kedekatan-Nya melalui peristiwa berbeda. Satu waktu Allah menyapa kita melalui kesenangan dan karunia, tetapi lain waktu kita disapa oleh-Nya dengan kesempitan dan penderitaan. Meski berbeda cara-Nya menyapa, tapi sesungguhnya Allah menunjukkan kehadiran-Nya kepada kita. Pesan-Nya, saat sukses jangan lupa diri dan saat gagal jangan rendah diri. Bersama-Nya kita bisa! Lanjut membaca

Ditulis pada Islamic, Renungan, Self Help, Tasawuf | Tinggalkan Komentar

Hikmah Ibnu Athaillah # 23

خَيْرُ أَوْقاَتِكَ وَقْتٌ تَشْهَدُ فِيْهِ وُجُوْدَ فاَقَتِكَ وَتُرَدُّ فِيْهِ إِلَى وُجُوْدِ ذِلَّتِكَ

“Sebaik-baik waktumu adalah ketika menyadari kepapaanmu dan engkau pun kembali mengakui kerendahanmu”

Temukanlah pintu kedekatan dan cahaya mata batin yang terang dalam penderitaanmu! Jangan mengeluh bila harus berpeluh. Bukankah kita merasakan nikmatnya “berbuka” setelah seharian kita “berpuasa”? Begitulah, kesengsaraan dan kesulitan yang hadir dalam hidup kita sering kali malah menjadi pintu bagi terbukanya kesadaran akan kehadiran-Nya. Kita menjadi sering mengadu kepada-Nya, mengeluh di hadapan-Nya. Kita merasakan kehinaan dan kerendahan diri di hadapan-Nya. Kita makin mengenal-Nya dan merasakan hanya Dia yang bisa memenuhi semua bentuk kebutuhan kita. Sungguh, dalam munajat kita akan temukan berlimpahnya hajat. Lanjut membaca

Ditulis pada Islamic, Renungan, Self Help, Tasawuf | Tinggalkan Komentar

Hikmah Ibnu Athaillah # 22

مَتَى أَطْلَقَ لِساَنَكَ بِالطَّلَبِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ يُرِيْدُ أَنْ يُعْطِيَكَ

“Ketika lisanmu digerakkan untuk meminta, berarti Dia hendak memberimu.”

Bergembiralah, lidahmu tidak lagi kelu dan engkau terbebas dari rasa malu. Percayalah, tidak setiap orang mudah meminta kepada-Nya, karena mereka sudah terlanjur mudah mengeluh kepada selain-Nya. Jika lisanmu menjadi begitu mudah meminta kepada-Nya, engkau pasti menjadi hamba-Nya yang terus menemukan aliran rahmat dan karunia-Nya. Meminta bukan hanya saat menghadap-Nya dalam ibadah ritualmu. Tetapi meminta sebagai sikap batin yang hidup, di mana pun engkau berada. Kebaikan makhluk-Nya tidak akan menjadi tabir bagimu untuk senantiasa merengkuh kebaikan-Nya. Berdoalah di mana pun engkau berada, sebab setiap doa menghadirkan jarak yang dekat antara penerima (hamba) dan pemberi (Allah). Siapa yang sering menyapa, dia akan menjadi makin akrab dengan-Nya setiap berjumpa. Lanjut membaca

Ditulis pada Islamic, Renungan, Self Help, Tasawuf | Tinggalkan Komentar